Kerajinan & UMKM

Pupuk Kohe Kambing

Pupuk Kohe Kambing

Manfaatkan Limbah Peternakan, Tim UMSIDA Dampingi Pengolahan Kohe Kambing Menjadi Pupuk Organik

Limbah peternakan berupa kotoran kambing atau yang dikenal dengan istilah kohe kambing dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat. Melalui kegiatan pendampingan masyarakat, tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) memberikan edukasi dan praktik pengolahan kohe kambing menjadi pupuk organik.

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan masyarakat melalui inovasi sederhana dan aplikatif. Pengolahan kohe kambing menjadi pupuk organik diharapkan dapat membantu mengurangi limbah peternakan, mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan, serta meningkatkan kesuburan tanah.

Mengolah Kohe Kambing Menjadi Produk Bernilai Guna

Kohe kambing yang selama ini dapat menjadi limbah dari aktivitas peternakan memiliki potensi untuk diolah menjadi pupuk organik. Pupuk yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pertanian maupun kegiatan budidaya tanaman di lingkungan masyarakat.

Melalui pendampingan ini, masyarakat diperkenalkan dengan proses pengolahan kohe secara sederhana. Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, kegiatan tersebut juga membuka peluang pemanfaatan kohe menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Proses Pembuatan Pupuk Kohe Kambing

Pembuatan pupuk organik dilakukan melalui beberapa tahapan. Proses diawali dengan mengumpulkan kohe kambing sebagai bahan utama. Kohe yang telah dikumpulkan kemudian dipersiapkan untuk masuk ke tahap pengolahan.

Tahap berikutnya adalah mencampurkan bahan pendukung berupa M21 sesuai dengan proses yang telah diperkenalkan oleh tim pendamping. Setelah bahan tercampur, dilakukan proses fermentasi selama kurang lebih 2–4 minggu.

Fermentasi menjadi salah satu tahapan penting dalam pengolahan pupuk organik karena bahan perlu melalui proses penguraian sebelum dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. Setelah proses fermentasi selesai, pupuk kemudian dipersiapkan untuk tahap pengemasan (packing).

Produk yang telah dikemas selanjutnya dapat diarahkan pada tahap pemasaran, sehingga hasil pengolahan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sendiri, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai produk usaha masyarakat.

Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan

Pemanfaatan kohe kambing sebagai pupuk organik menjadi salah satu alternatif untuk mendukung praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Pupuk organik dapat dimanfaatkan untuk membantu meningkatkan kualitas tanah dan menyediakan bahan organik bagi tanaman.

Selain itu, pengolahan limbah peternakan menjadi produk yang bermanfaat juga dapat membantu masyarakat mengelola limbah secara lebih produktif. Dengan demikian, kegiatan peternakan dan pertanian dapat saling mendukung melalui pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Membuka Peluang Pengembangan Usaha

Tidak hanya berorientasi pada aspek lingkungan dan pertanian, pengolahan kohe kambing juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Melalui proses pengemasan dan pemasaran yang tepat, pupuk organik hasil pengolahan dapat diperkenalkan kepada masyarakat yang membutuhkan pupuk untuk kegiatan pertanian maupun budidaya tanaman. Hal tersebut menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan produk lokal sekaligus menambah nilai guna dari limbah peternakan.

Pendampingan Dosen dan Mahasiswa

Kegiatan pengolahan kohe kambing menjadi pupuk organik ini melibatkan dosen dan mahasiswa UMSIDA dalam proses edukasi, praktik, dan pendampingan masyarakat.

Tim Dosen:
Intan Rohma Nurlamasari, S.P., M.P.

Tim Mahasiswa:

  1. Jihad Abdillah
  2. Alex Putra Winamo
  3. Devi Yanti Utami